JAKARTA, 9 Agustus 2026 – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan akhir pekan dengan tren positif. Mata uang Garuda tercatat menguat 26 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp17.897 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (7/8), setelah sebelumnya berada di level Rp17.923 per dolar AS.
Penguatan ini juga tecermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang menguat ke level Rp17.913 per dolar AS. Secara akumulatif sepanjang sepekan terakhir (3–7 Agustus 2026), mata uang rupiah berhasil mencatatkan apresiasi sekitar 0,61 hingga 0,69 persen.
Sentimen Pendorong Penguatan Rupiah
Analis dan pelaku pasar mencatat sejumlah faktor fundamental domestik dan eksternal yang menjadi penopang utama pergerakan rupiah:
- Cadangan Devisa Indonesia Tetap SolidBank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Juli 2026 berada di level US$ 145,3 miliar. Angka ini relatif stabil dibanding bulan sebelumnya (US$ 145,6 miliar) dan setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah—jauh melebihi standar kecukupan internasional (3 bulan impor).
- Pertumbuhan Ekonomi Kuat di Kuartal II-2026Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh melampaui ekspektasi memberikan sinyal ketahanan ekonomi nasional di tengah turbulensi global.
- Meredanya Ketegangan Geopolitik & Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga ASDari sisi global, melandainya tensi politik internasional serta rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang melambat memperkuat spekulasi pasar akan adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat.
Peluang dan Proyeksi Pekan Depan
Memasuki pekan pertengahan Agustus 2026, nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpeluang bergerak menguat secara terbatas. Pelaku pasar akan mencermati beberapa rilis data penting global seperti Non-Farm Payrolls (NFP) serta tingkat pengangguran AS.
Dari dalam negeri, perhatian investor terfokus pada Pidato Kenegaraan Presiden RI pada 14 Agustus 2026 menjelang Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, yang diperkirakan akan memberikan arah kebijakan fiskal dan ketahanan ekonomi ke depan. Rupiah diproyeksikan akan bergerak pada rentang Rp17.825 – Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan awal pekan.






